Misteri Gunung Lokon dan Legenda Masa Lalu

oleh -363 views
Ilustrasi: Anis

Gunung Lokon merupakan gunung berapi aktif yang terletak di Sulawesi Utara. Gunung ini menawarkan panorama indah yang memukau siapa saja yang mengunjunginya. Walaupun begitu, banyak sekali cerita misteri Gunung Lokon yang juga dikaitkan dengan legenda masa lalu. Berikut ini penjelasannya.

Baca Juga: Daftar Gunung Berapi di Pulau Sulawesi

Legenda Gunung Lokon dan Gunung Klabat

Loading...

Legenda akan Gunung Lokon dan Gunung Klabat memang tidak bisa dipisahkan. Konon, jaman dahulu Gunung Lokon merupakan gunung tertinggi di tanah Minahasa. Bahkan ketinggiannya hampir mencapai langit. Sedangkan Gunung Klabat sendiri merupakan gunung terendah di tanah Minahasa.

Masyarakat di Gunung Klabat ingin agar tempat tinggal mereka lebih tinggi dari Gunung Lokon. Maka pergilah salah satu pengguninya untuk meminta sebagai tanah dari Gunung Lokon. Maka Pinotoan dan Ambilingan yang merupakan pengguni Gunung Lokon menyanggupi dan memberikan sebagian tanah ke Gunung Klabat.

Maka penghuni Gunung Klabat dengan semangat memotong puncak Gunung Lokon. Namun sayangnya, banyak sekali tanah yang tercecer di sekitar Gunung Lokon. Tanah inilah yang kemudian membentuk gugusan gunung saat ini, seperti Gunung Tatawiran, Gunung Kasehe dan Gunung Empung.

Dari situlah Gunung Lokon menjadi lebih rendah dari Gunung Klabat. Bahkan sekarang puncak dari Gunung Lokon sendiri tidak ada lagi sebab sudah sering meletus.

Babi dari Tanah Minahasa yang membuat meletus

Ada kepercayaan dari Tanah Minahasa bahwa gempa bumi dan letusan Gunung Lokon disebabkan ulah dari babi. Konon katanya babi tersebut merupakan peliharaan dari Mangkawalang. Mangkawalang sendiri merupakan penghuni Gunung Lokon. Namun dirinya harus pindah karena ada yang lebih berhak tinggal di situ, yakni Pinotoan dan Ambilingan.

Dengan hati yang sedih Mangkawalang berjalan menyusuri hutan dan turun gunung. Hingga pada akhirnya di bawah kaki gunung terdapat gua yang sangat besar. Di gua itulah dirinya mendirikan rumah dengan menancapkan tiang penyangga agar tanah tidak menindih dirinya.

Hingga akhirnya dia juga memelihara beberapa babi. Jadi saat babi – babi tersebut menggosokkan badannya ke tiang akan terjadi gempa di Gunung Lokon bahkan letusan. Maka dari itu, untuk meredakannya biasanya masyarakat Minahasia akan membunyikan buluh, tong – tong atau apa saja.

Jejak kaki raksasa setelah letusan Gunung Lokon

Gunung Lokon sendiri terakhir meletus pada tahun 2012 lalu. Banyak sekali cerita dan mitos yang menyelimuti letusan dari gunung yang satu ini. Mulai dari urutan letusannya yang tidak sama dengan gunung berapi kebayakan hingga ditemukannya jejak kaki raksasa setelah letusan Gunung Lokon.

Banyak yang menganggapnya bahwa telapak kaki yang ada di Gunung Lokon sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Banyak yang mengaitkan bahwa jejak kaki tersebut merupakan penghuni raksasa dari Gunung Lokon. Dilihat dari jejak kaki tersebut bisa diperkirakan tinggi dari antara 6 hingga 7 meter.

Baca Juga: 8 Taman Nasional di Pulau Sulawesi Yang Mempesona

Kisah Gunung Lokon dan desa Warembung

Konon Gunung Lokon akan meletus jika ada pemuda atau pemudi di desa Warebung yang melakukan hal tidak bermoral atau salah pergaulan. Bukan hanya pemuda pemudi desa itu saja, pemuda pemudi yang datang dari desa lain dan melakukan hal tidak bermoral akan membuat Gunung Lokon marah dan akhirnya meletus.

Walaupun letusan Gunung Lokon sangat besar hingga menyemburkan abu vulkanik, namun desa Warembung selalu terlindungi. Pasalnya, Gunung Tatawiran yang ada didekat Gunung Lokon itulah yang menjadi pelindung Desa Warembung atas letusannya.

Itulah legenda masa lalu Gunung Lokon yang juga masih memiliki kaitan yang erat dengan misteri Gunung Lokon itu sendiri.