Misteri Gunung Papadayan dan Fenomena Yang Ada Namun Tetap Menggoda

oleh
misteri gunung papadayan
Foto: @musickshot

Gunung papadayan masuk dalam jajaran gunung di Jawa Barat dimana gunung ini terbilang sangat eksotis karena banyak pendaki yang ingin kesini bahkan sekarang papadayan sudah menjadi destinasi wisata yang cukup mudah untuk di daki. Dari keindahan papadayan juga banyak menyimpan misteri yang cukup bikin tegang bulu kaki kita.

Baca Juga: Tiket Masuk Gunung Papadayan Terbaru

Pada tahun 2006, warga yang tinggal di lereng Gunung Papandayan digegerkan dengan kemunculan tapak kaki besar yang diklaim sebagai tapak kaki milik makhluk bernama Big Foot. Misteri Gunung Papandayan ini terjadi di sebuah perkebunan yang berada di lereng Gunung Papandayan. Pemilik perkebunan tempat ditemukannya tapak kaki misterius itu bernama Ahmudin. Pria tersebut menemukan tapak kaki manusia dengan ukuran yang sangat tidak wajar. Setelah ditelusuri, tapak kaki itu berasal dari lereng gunung atas menuju ke bawah.

Baca Juga: Tempat Camping di Garut, Untuk Kamu Yang Suka Wisata Alam

Setelah dihitung, jumlah tapak kaki raksasa itu berjumlah 49. Tapak kaki terakhir terlihat di sisi kolam berukuran 4 x 6 meter. Seakan makhluk misterius tersebut masuk ke dalam kolam dan menghilang yang pasti tidak ditemukan lagi jejak kaki misterius itu di seberang kolam. Sampai saat ini, keberadaan tapak kaki big foot itu masih menjadi misteri Gunung Papandayan yang belum terpecahkan. Namun ada yang menduga bahwa tapak kaki raksasa tersebut milik makhluk gaib penghuni Gunung Papandayan yang turun ke pemukiman warga.

Baca Juga: Deretan Gunung di Garut Yang Siap Kamu Daki

Salah satu spot di Gunung Papandayan yang menarik perhatian para pendaki adalah Hutan Mati. Ini merupakan hutan yang terbakar akibat erupsi Gunung Papandayan yang telah mengalami empat kali letusan. Letusan di tanggal 12 Agustus 1772 adalah yang paling dahsyat karena menghancurkan 40 desa dan menewaskan 2.957 jiwa. Hutan Mati dulunya adalah sebuah hutan yang rimbun dan banyak ditumbuhi pepohonan. Akan tetapi, setelah mengalami letusan Gunung Papandayan selama empat kali berturut-turut semua pohon di hutan ini terbakar dan mati. Sisa-sisa pohon yang terbakar nampak hitam dan memenuhi area hutan mati. Selain menimbulkan kesan angker, ternyata hutan mati juga menjadi spot yang Instagrammable. Hampir setiap pendaki yang melintasi hutan mati pasti mampir dan berfoto di sini. Yang kelihatan angker justru tidak seangker yang Anda bayangkan. Tak ada salahnya jika Anda turut mampir di sini ketika mendaki Gunung Papandayan.

Larangan Mendaki Gunung Papadayan

Tidak berboleh berlaku tidak sopan, tidak boleh berkata kasar, dan berbagai macam “tidak” pasti pernah Anda dengar ketika hendak mendaki gunung. Sejumlah pantangan saat mendaki gunung memang wajar. Mengingat gunung adalah sebuah tempat yang banyak dihuni oleh makhluk gaib, maka sebaiknya kita menjaga tutur kata dan perilaku saat mendaki agar tidak diganggu dengan makhluk gaib.

Sejumlah pantangan umum tersebut berlaku ketika Anda mendaki gunung manapun. Namun ada sebuah larangan di Gunung Papandayan yang unik dan terbukti nyata. Larangan tersebut berkaitan dengan hujan dan angin. Jadi, saat ada angin kencang menghembus ke arah pendaki, maka hal yang harus dilakukan oleh pendaki tersebut adalah diam sejenak dan tidak melanjutkan perjalanan. Suatu ketika larangan di Gunung Papandayan ini dilanggar oleh sekelompok pendaki. Ketika ada angin kencang, mereka tetap melanjutkan perjalanan sambil terus bercakap-cakap. Namun tak lama hujan turun begitu deras sehingga mau tidak mau mereka harus berhenti dan berteduh sampai hujan reda.

Misteri si Tongki

Sebuah cerita misteri Gunung Papandayan yang satu ini cukup terkenal dan beredar luas di kalangan pendaki. Walaupun kebenaran cerita ini belum bisa dibuktikan, tetapi toh banyak orang yang percaya dengan cerita pendaki yang bernama Tongki ini.

Tongki melakukan pendakian bersama dengan teman-temannya ke Gunung Papandayan. Dalam pendakian itu ada sejumlah teman-teman wanita Tongki yang ikut. Tentu saja Tongki tidak menyia-nyiakan kesempatan untuk mendekati teman wanitanya.

Malam hari Tongki berkumpul bersama ketujuh temannya di tenda. Mereka saling bercanda dan berbagi cerita. Timbul keinginan Tongki untuk mencari kesempatan dalam kesempitan dengan mengajak kawan-kawannya bercerita horor. Maksud Tongki, ia ingin membuat teman-teman wanitanya ketakutan dan merapat kepadanya. Larangan mengenai cerita horor saat sedang mendaki gunung memang sudah menjadi rahasia umum. Maksud dari larangan ini adalah agar penghuni gaib di gunung tidak mendengar cerita tersebut dan menakut-nakuti Anda. Tapi Tongki tetap menceritakan pengalaman-pengalaman horornya yang entah benar-benar terjadi atau hanya karangannya semata. Usai bercerita, Tongki ingin buang air kecil. Pergilah Tongki ke semak-semak untuk buang air kecil. Namun di tempat ini justru Tongki melihat wanita berpakaian putih melayang dari satu pohon ke pohon lainnya. Tongki yang penakut akhirnya berteriak sambil berlari sampai akhirnya jatuh terjerembab di dekat teman-temannya yang masih terjaga. Kisah misteri Gunung Papandayan yang dialami Tongki ini menjadi pembelajaran agar kita tidak bercerita horor atau gaib saat sedang mendaki gunung.

Babi Hutan Yang Menjadi Hiburan Saat Camping di Papadayan

Di kawasan ini, kamu juga masih bisa menemukan babi hutan yang berkeliaran di wilayah sekitar kawah. Jadi, untuk kamu yang melakukan perjalanan sore menuju malam sebaiknya berhati-hati jangan sampai menjadi mangsa sang babi hutan.

Si Rupawan Yang Menawan Menelan Korban

Kecelakaan yang terjadi di gunung hingga menewaskan pendaki memang bisa terjadi di gunung mana saja. Papandayan termasuk salah satu gunung cantik yang dapat menelan korban jiwa. Jadi, kecantikan pemandangan di sebuah gunung tidak menjamin keselamatan nyawa Anda.

Penyebab kematian pendaki di Gunung Papandayan sangat beragam, ada yang tewas karena hipotermia, lalu ada pula yang dinyatakan hilang dan ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Tentu saja terlepas dari ancaman makhluk gaib, kita juga harus mengetahui sejumlah risiko saat mendaki gunung. Setiap aktivitas tentu memiliki risiko tersendiri, termasuk ketika Anda memutuskan untuk mendaki gunung. Fakta dan misteri Gunung Papandayan ini tidak mengurangi minat para pendaki untuk menaklukkan gunung ini. Anda pun jangan sampai takut atau paranoid dengan gunung ini karena panorama yang akan Anda nikmati di sini benar-benar priceless. Cari tahu juga seputar tempat-tempat angker lain di sekitar Gunung Papandayan atau Garut dalam artikel tempat angker di Garut ini.

Letusan Gunung Papadayan

Tahukah kamu kalau Gunung Papandayan sudah meletus sebanyak 4 kali? Letusan tersebut terjadi pada 12 Agustus 1772, 11 Maret 1923, 15 Agustus 1942, dan 11 November 2002 dengan letusan paling besar terjadi pada tahun 1772. Letusan terbesar itulah yang mengakibatkan 2957 orang meninggal, 40 desa hancur, dan daerah sekitarnya tertutup karena longsor.

Please rate this