Mendaki Gunung Rinjani Dari Sembalun? Jangan Hari Jumat!

oleh
Foto: @ipin_cibow

Pengumuman bahwa gunung rinjani baru saja dibuka, Tidak selang lama pihak Taman Nasional Gunung Rinjani mengeluarkan kebijakan baru. Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR) menutup akses pendakian, khususnya melalui Sembalun setiap hari Jumat. Alasannya, pertimbangan masukan masyarakat adat.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Rinjani, Yang Siap Kamu Coba

Keputusan penutupan jalur itu sesuai surat TNGR Nomor PG.782/T.39/TU/KSA/6/2019. ‘’Sehubungan dengan permintaan masyarakat dan tokoh masyarakat Sembalun untuk tidak melakukan pendakian ke Gunung Rinjani setiap hari Jumat,’’ demikian tertulis dalam surat.

Loading...

Baca Juga: Danau Segara Anak, Yang Bikin Susah Move On -Indahnya Kebangetan!

Dua poin yang menjadi isi surat, pertama, penutupan jalur pendakian Sembalun. Ke dua, bagi wisatawan yang ingin tetap mendaki hari Jumat, disarankan melalui jalur lain. Seperti jalur Senaru, Timbanuh dan Aik Berik. Surat edara bisa sobat Gunung baca dibawah ini:

Dikonfirmasi soal kebijakan itu, Kepala TNGR Sudiyono mengungkapkan, berawal dari rapat dengan Dinas Pariwisata Lombok Timur saat pembukaan secara resmi jalur pendakian Jumat (14/6) lalu di Sembalun. Pemda meneruskan permintaan masyarakat agar pendakian ditutup saat hari Jumat. Dengan alasan Jumat adalah hari yang disakralkan.

‘’Malam sebelum pembukaan jalur, Dispar dan masyarakat menyampaikan hal sama,’’ kata Sudiyono kepada Suara NTB, Kamis (20/6).

Masyarakat adat Sembalun percaya bahwa Rinjani harus dijaga setiap hari Jumat, sehingga harus ditutup dari aktivitas pendakian. Namun Kepala TNGR tidak ingin terlalu jauh mengomentari soal alasan sakralitas itu, sebab posisi pihaknya mengakomodir aspirasi warga lingkar Gunung Rinjani, khususnya sejumlah desa di Sembalun.

Sudiyono sadar bahwa banyak pihak yang cukup lama menunggu, antusiasme terlihat setelah dibuka. Saat ini jumlah pendaki mencapai 500 orang sejak dibuka Jumat pekan lalu. 40 persen di antaranya wisatawan mancanegara.

Dengan penutupan jalur, diprediksi akan memunculkan pro dan kontra dari wisatawan dan masyarakat. Bagi instansinya, masukan dari dua pihak akan diakomodir. ‘’Jika ada sebagian masyarakat yang menginginkan dibuka, mari kita bicarakan dulu, secara keseluruhan. Kalau kami, dibuka dan ditutup, silakan saja,’’ katanya.

Tapi ia mengingatkan, pro kontra pada kebijakan yang dikeluarkan pihaknya, justru akan menurunkan produktivitas pariwisata khususnya bagi recovery pariwisata Rinjani.

Saat ini pihaknya sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian, khususnya pada tata kelola pemesanan tiket online melalui e-ticketing. Selain itu, fokus pada pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian.‘’Kami mohon dengan hormat kepada semua pihak untuk segera mengakhiri pembicaraan atau perdebatan yang justeru akan merugikan dunia pariwisata,’’ pungkasnya.

Jadi buat sobat gunung yang melakukan pendakian gunung rinjani dan ingin lewat jalur sembalun alangkah baiknya perhatikan surat edaran yang telah dikeluarkan pihak TNGR diatas sehingga aktifitas pendakian kamu tidak terkendal dengan kebijakan yang telah ditetapkan Pemda dalam hal ini Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).

Please rate this