TNGR Tolak Rencana Peraturan Pisah Tenda Pria dan Wanita di Gunung Rinjani

oleh
Foto Via: @mountaineering_indonesia

Terkait isu rencana pemisahan antara tenda bagi pendaki pria dan pendaki wanita, Kepala Balai Taman Nasional Gunung Rinjani Sudiyono akhirnya angkat bicara. Melalui siaran persnya, Kamis (20/6), Sudiyono mendukung adanya program wisata halal yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB).

Baca Juga: Danau Segara Anak, Yang Bikin Susah Move On -Indahnya Kebangetan!

Namun, berkaitan dengan adanya gagasan pemisahan antara tenda laki-laki dan perempuan di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani dirinya menilai akan menimbulkan pro dan kontra bagi masyarakat khususnya wisatawan.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Rinjani, Yang Siap Kamu Coba

Bahkan pihaknya menegaskan bahwa hal tersebut bukan menjadi prioritas pihak Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR).”Kami sampaikan bahwa program tersebut tidak akan kami laksanakan karena bukan menjadi prioritas TNGR,” kata Sudiyono, dalam keterangan resminya di Mataram, Kamis (20/6/19).

Dirinya mengakui bahwa saat ini tengah fokus pada perbaikan manajemen pendakian, terlebih kembalinya dibuka jalur pendakian Rinjani pada 14 Juni lalu.”Pada saat ini kami sedang fokus pada perbaikan manajemen pendakian khususnya pada e-Tiketing, pengelolaan sampah dan perbaikan sarana prasarana jalur pendakian,” ungkapnya.

Baca Juga: Misteri Gunung Rinjani yang Bikin Pendakian Makin Greget

Oleh karena itu, pihaknya meminta pada seluruh pihak untuk mengakhiri pembicaraan terkait hal tersebut, karena dikhawatirkan akan merugikan dunia pariwisata di Indonesia.

Selain itu, TNGR juga meminta kepada para pendaki untuk mematuhi rambu-rambu dan tanda bahaya yang telah terpasang di sepanjang jalur pendakian Gunung Rinjani.

Please rate this