Pendaki Wanita Asal Sukabumi Terjebak di Gunung Gede Pangrango Hingga Mengalami Hipo

oleh

Pendaki Wanita asal Sukabumi yang sempat terjebak kawasan Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (TNGGP) Senin (22/7) kemarin dinyatakan mulai membaik. Ada 4 pendaki yang mengalami kelelahan dan kekurangan logistik alhmdllh keadaan mereka mulai beransur normal kembali.

Baca Juga: 3 Jalur Pendakian Gunung Gede Pangrango

Setelah sebelumnya, ke-empat Pendaki terpaksa di evakuasi oleh Tim SAR Gabungan PMI Kabupaten Sukabumi dari kawasan Camping Ground Cileutik Gunung Gede Pangrango, dalam kondisi menggigil diduga mengalami hypothermia.

Aris Munandar, Relawan PMI Kabupaten Sukabumi saat dimintai keterangan menjelaskan jika ke-empat korban merupakan Mahasiswi salah satu Universitas di Sukabumi.

Baca Juga: Deretan Curug (Air Terjun) di Bogor, Sumpah Kece-Kece Banget!

“Dua diantaranya mengalami gangguan kesehatan yang cukup serius sehingga harus ditandu saat turun ke kaki gunung. Pendaki berinisial IA (20) dan R (21) harus ditandu karena kondisi tidak memungkinkan untuk berjalan kaki,” jelas Aris, Selasa (23/7/2019).

Baca Juga: 17 Rekomendasi Tempat Camping di Bogor Jawa Barat

Lebih jauh Aris menjelaskan, dua Pendaki tersebut diduga terserang hyphotermia akibat dehidrasi, hal ini diperkirakan akibat para Pendaki kehabisan bekal sehingga tubuh tidak mendapat asupan kalori yang cukup.

Tidak hanya menggigil, saat ditemukan Korban mrngalami luka memar pada bagian lutut.
Korban berhasil ditangani, setelah kondisinya membaik kami antarkan kerumahnya masing-masing,” tutur Aris.

Dihubungi secara terpisah, Kepala Resort TNGGP Salabintana, Dadi Haryadi Muharam menjelaskan jika korban awalnya berangkat 3 kelompok dan mulai mendaki sejak Jumat (19/7) lalu melalui jalur Cibodas, Kabupaten Cianjur.
Sebanyak 8 orang personel gabungan dari TNGGP, Polinter, PMI dan masyarakat dalam proses evakuasi.

Perlu waktu 12 jam untuk mengevakuasi korban melalui jalur Salabintana, pasalnya, saat di jemput ke lokasi tujuan awal, satu kelompok tidak ditemukan di tempat camping yang telah ditentukan saat registrasi.

“Dalam registrasi mereka menentukan untuk mendirikan kemah di kawasan Cigeber. Namun pada saat di cek mereka tidak ada ditempat,” jelas Dodi.

“Alhamdulillah berhasil di evakuasi secepatnya, karena beberapa dari mereka terserang hyphotermia yang akan sangat membahayakan jika terlambat penanganan,” jelasnya.

Please rate this