Misteri Gunung Sibayak Yang Menarik Untuk Diketahui

oleh

Misteri Gunung Sibayak—Gunung Sibayak terakhir kali mengalami erupsi pada tahun 1881 silam. Sudah cukup lama. Gunung ini berlokasi di Ds. Semangat Gunung, Merdeka, Karo, Sumatra Utara. Kurang lebih, jarak dari pusat kota adalah 50 km. Masyarakat  Medan khususnya dan masyarakat Sumatra pada umumnya, seringkali menjadikan Gunung Sibayak sebagai obyek pendakian yang menarik. Sesekali, ada pula turis yang ingin menakuklan Sibayak saat berada di Indonesia.

Baca Juga: Mengungkap Misteri Gunung Kerinci Yang Populer di Masyarakat Lokal

Gunung Sibayak adalah Gunung yang eksotis yang menawarkan keindahan yang tiada duanya. Tidak hanya itu, gunung ini juga menyimpan begitu banyak cerita mistis yang oleh masyarakat setempat dipercaya hingga sekarang.  Apa saja misteri gunung sibayak itu? simak ya!

  1. Pertempuran antara Sinabung dan Sibayak

Dua gunung ini lokasinya berdekatan dan terletak di provinsi yang sama. Mitos masyarakat setempat menyatakan bahwa gunung sibayak adalah raja, sedangkan gunung sinabung hanya abdi dalemnya saja.

Masyarakat lebih memilih menyucikan diri dan meletakkan sajen di Sibayak dan bukan Sinabung. Mendapatkan perlakuan seperti itu Sinabung murka dan membalasnya dengan cara memukul Sibayak di bagian puncaknya. Alhasil terjadilah letusan Gunung Sibayak yang menyebabkan tubuhnya kian kerdil, beda dengan Sinabung yang tetap menjulan tinggi.

Setelah itu, Sibayak pun tidak mau tinggal diam. Sibayak melawan namun sayangnya tubuhnya kecil. Salah satu cara melukai Sinabung adalah dengan menyakiti lerengnya karena dia tidak mampu menjangkau puncaknya. Terlukalah Sinabung sehingga letusan terus menerus terjadi di lerengnya dan bukan di puncaknya. Unik sekali misteri gunung Sibayak yang satu ini.

  1. Arti Nama Sibayak

Beda dengan Sinabung yang berasal dari kata Sinabun dan berarti menyucikan, gunung sibayak dalam bahasa masyarakat setempat berarti gunung yang kaya. Masyarakat Karo percaya bahwa di gunung ini terdapat begitu banyak harta karun tersimpan yang katanya peninggalan seorang raja jaman dulu. Nama lain dari Gunung Sibayak adalah Gunung Raja.

  1. Legenda Gunung Sibayak

Misteri gunung sibayak yang dipercaya masyarakat setempat tidak lepas dari cerita dua saudara. Masing-masing mereka berusia 17 dan 15 tahun, ayah dan ibunya meninggal dengan hanya sedikit saja persediaan beras. Saat beras habis, keduanya sepakat untuk menanam padi di ladang. Siang ke ladang malam istirahat di gubuk.

Satu ketika, mereka ingin membuat gubuk yang dekat di sebelah ladang agar lebih mudah perawatannya. Saat sedang mencangkul, tetiba cangkul si bungsu menatap benda keras yang adalah peti berisi dua kepal emas murni.

Dibuat kesepakatan, kakak menjual emas di pasar dan adik berladang di pagi harinya. Si kakak menawarkan emasnya dan laku dengan harga tinggi. Dalam perjalanan pulang dia membeli roti dan perlengkapan pembasmi hama untuk padinya. Tanpa disadari roti tersebut tercampur racun. Di ladang adik sedang memasang ranjau di sekitaran ladang. Siapapun atau apapun yang lewat situ akan mati.

Baca Juga: Misteri Gunung Kawi, Tempat Pemujaan Pesugihan

Si kakak menginjak ranjau dan mati. Si adek yang tidak perduli bergegas mengambil roti dalam karung yang sudah bercampur racun. Keduanya mati dan uang yang mereka dapatkan dari hasil menjual emas pun tidak bisa dinikmati oleh keduanya. Ini dikaitkan dengan harta karun yang ada di Sibayak.

  1. Keberadaan Orang Bunian

Salah seorang pendaki asal Jepang pernah tersesat di perkampungan Bunian. Kenapa sampai tersesat? Karena turis tersebut ingin menjajal track baru yang belum pernah dilalui. Ini terjadi di tahun 2009. Orang bunian berkaki terbalik dengan tubuh kecil mungil, hampir mirip hobit.

Turis tersebut tidak digubris sama sekali di perkambunpan itu. Malam sangat meriah, pesta dimana-mana. Banyak penjual makanan namun tidak satu makanan pun yang bisa dia ambil. Sampai satu ketika turis berjalan mencari sumber air dan bertemulah dengan tim pencari.

Misteri gunung sibayak tersebut hingga kini masih dipercaya oleh masyarakat setempat. Para pendaki penting melengkapi pengetahuannya terlebih dahulu mengenai gunung yang akan dituju sebagai langkah antisipatif.

Please rate this