Kronologi Meninggalnya Pendaki di Puncak Lawu

oleh
via @gununglawu.id

Gunung lawu dibuka mulai tanggal 21 Juni 2020 dimana para pendaki hanya boleh dari area jateng setelah seminggu uji coba akhirnya semua jalur dibuka untuk umum dari mulai jalur cetho,kandang, sewu dan singolangu. Pembukaan semua jalur tersebut mengakibatkan banyak pendaki yang melakukan pendakian, terutama untuk jalur cetho antrii panjang.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Lawu, Favorit Kamu Yang Mana?

Akibat dibuka jalur pendakian gunung lawu kawasan puncak lawu menjadi ramai sekali pasarnya bisa dibilang pindah tempat, karena mungkin para pendaki sudah kangen mendaki maka mereka berbondong-bondong mendaki lawu. Persyaratan pendakian gunung lawu juga ditingkatkan demi menjaga para pendaki tetap aman dan nyaman sesuai dengan protokol kesehatan mulai bawa handseniteser , bawa masker, jaga jarak pendirian tenda dll. Pada tanggal 6 Juli 2020 kemarin terjadi inseden hilangnya pendaki di kawasan puncak lawu yang bernama Andi Sulitiawan (18th) warga Punthukrejo RT 01/014, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Karanganyar.  Dari berita beredar remaja tersebut hilang sehabis mengantar temannya buang air kecil bernama Nurhayati singkat cerita nurhayati meminta bantuan Andi karena teman rombonganya hanya dia yang masih bangun (03.00/05/07/20) untuk mengantarkan buang air kecil, setelah selesai buang air kecil di belakang tenda (semak-semak) Nurhayati menghapiri tempat menunggunya si Andi pertama saat mengantarnya, namun Nurhayati tidak mendapati Andi di lokasi akhirnya Nurhayati inisiatif balik ke tenda sendirian alangkah terkejut Nurhayati tidak menemukan si Andi di tenda , ketua rombongan Ervan hermanto langsung melaporkan atas hilangnya rombongannya ke pihak BC (cemoro sewu) sebelumnya melapor rombongan sudah mencari Andi namun tidak ketemu. Tanggal 6 jasad Andi di temukan pukul 11.00 oleh sdr jarwo dan langsung menginformasikan ke BC cemoro sewu bahawa menemukan mayat di wil geger boyo diduga survivor a.n andi sulistiawan yang pada hari minggu dilaporkan hilang.

Baca Juga: Perbedaan Hipotermia, Frostbite dan Altitude Sickness Pendaki Wajib Baca!

Hilangnya pendaki dan mengakibatkan meninggal tersebut menjadi sorotan dan berita sipang siur ada yang bilang dibawa penunggu lawu, ada yang bilang terjun ke jurang dan juga ada yang bilang karena ditemukan dalam keadaan tidak pakai baju habis … , kita sebagai pendaki wajib menuggu informasi lebih lanjut dari pihak yang berwenang yang menanganinya sehingga jelas apa penyebab meninggalnya Andi. Dari kronologi diatas sementara disimpulkan pendaki tersebut mengalami Hipotermia, pendaki yang mengalami hipotermia dia tidak akan sadar di fase tertentu sehingga apa yang dilakukan membahayakan dirinya atau tidak, atau pendaki tersebut mengalami paradoxical undressing dimana korban merasa kepanasan dan karena ketidaksarannya melepas baju dan ingin mencari tempat berlindung akhirnya berjalan tanpa arah. Jadi penemuan Andi dalam keadaan buka baju mungkin sudah mengalami hal ini jadi kita tetap positif jangan berfikir yang tidak-tidak.

Kronologi bisa baca dibawah:

Mohon ijin melaporkan TKP kejadian orang meninggal dunia di Puncak Lawu area geger boyo kec.Tawangmangu Prop Jawa tengah

1. Pada hari Senin tanggal 06 Juli 2020 sekira pkl. 11.30 wib di puncak lawu tepatnya area geger boyo wil jawa tengah telah ditemukan mayat pendaki

2. Lokasi penemuan
Puncak Lawu area geger boyo kec. Tawangmangu prop jawa tengah

3. Adapun identitas mayat :
Andi sulitiawan , 18 th, jenis kelamin laki-laki, agama islam, suku jawa bangsa Indonesia Alamat Dk. Puntuk rejo, Rt 001, Rw 014, Ds. Kenuning, Kec. Ngargoyoso, Kab. Karanganyar Jateng

4. Adapun sebagai pelapor sekaligus saksi penemuan mayat :
Jarwo , Pr, umur 45 th, agama islam, warga Kec. Plaosan, Kab. Magetan. (Relawan KPH Lawu selatan)

6. Asal mula penemuan mayat :
– Pada hari senin tgl 6 juli 2020 dilaporkan oleh sdr jarwo relawan perhutani KPH lawu yang mana sebelumnya telah dilaporkan di pos adanya orang hilan an andi sulistiawan oleh ketua rombongan Ervan hermanto Adapun kronologis kejadian adalah Pada hari sabtu tgl 4 juli 2020 sekira pukul 16.00 survivor bersama kelima rekannya terdiri dari 5 laki-laki dan 1 perempuan an nur hayati berangkat dari cemoro sewu dipimpin oleh sdr ervan hermanto warga kemuning karanganyar ,pada pukul 22.00 wib rombongan sampai ke puncak lalu dan mendirikan 2 tenda sekira pukul 03.00 wib hari minggu tgl 6 juli 2020 sdri nurhayati ingin buang air kecil dan hendak membangunkan temannya dan survivor an andi sulistiawan lah yang bangun dan bersedia mengantar sdri Nurhayati untuk buang air kecil di semak2 setelah selesai sdri Nurhayati tidak melihat sdr Andi sulistiawan(survivor) dan selanjutnya mencari di tenda survivor juga tidak ada dan selanjutnya teman2 nya mencari ke hargo dalem ,pasar dieng smp hargo tiling hingga pukul 13.00 survivor tdk diketemukan dan selanjutnya pukul 17.00 lapor ke BC bahwa anggota rombongan terpisah dan pukul 11.00 sdr jarwo menginformasikan ke BC cemoro sewu menemukan mayat di wil geger boyo diduga survivor an andi sulistiawan yang pada hari minggu dilaporkan hilang

via @gununglawu.id

Yuk tetap jaga diri dengan cara menaati aturan yang ada dan tetap membawa peralatan mendaki yang benar-benar safety.

Please rate this