Kebakaran Gunung Sindoro disebabkan Ulah Manusia

oleh
oleh

Gunung.id, Temanggung – Kebakaran yang terjadi di Gunung Sindoro kini menemui titik terang dimana akibat dari terbakarnya gunung disebabkan oleh ulah manusia yang melakukan pelebaran area ladangnya yang berada di lereng gunung sumbing tepatnya di petak 7B kawasan RPH Kwadungan, Temangggung.

Baca Juga: Vidio Motor Trail Masuk Kawasan Camp Area Gunung Merbabu

Foto:Kompas/Ika Fitriana

Keposilian Resor (Polres) Temanggung menangkap pelaku yaitu Teguh (43th) atas dugaan pembakaran hutan di Gunung Sindoro. Teguh berasal dari Dusun Sibajag, Canggal, Candiroto, Kabupaten Temanggung ditanngkap dengan beberapa barang bukti seperti Kayu, Cangkul, Parang, Korek Kayu, Kapak, dll. Dari penjelasan Teguh dirinya mengaku bahwa pembakaran itu disengaja karena ingin memperluas area ladang miliknya dengan cara membakar ranting-ranting dan semak-semak di area sekitar ladangnya tanpa ada izin dari pihak perhutani,  namun tidak disangka api belum sepenuhnya padam dan akhirnya merebet ke kawasan hutan Gunung Sindoro.

Luas kebakarang di gunung Sindoro mencapai 245 hektar, akibat dari ulah Teguh kini tersangka dijerat dengan UU nomor 41 Tahun 1999 pasal 78 tentang Kehutanan dengan ancaman hukuman penjara maksimal 10 tahun dan denda paling banyak Rp.5 M. Sementara itu Teguh tidak menyangka apa yang telah dilakukan membakar semak-semak dan ranting di lereng gunung sindoro mengakibatkan kebakaran hutan, dia mengaku membakar semak-semak dan ranting ini kali pertamanya bertujuan untuk memperluas area ladangnya.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Jalur Favorit Kamu Yang Mana

Perlu sobat Gunung tahu bahwanya kebakaran yang melanda Sindoro dimulai dari tanggal 7/09/18 awal bulan kemarin hingga kini api juga belum sepenuhnya padam dan untuk gunung kembaranya yaitu Sumbing masih ada titik api di area temanggung pada tanggal 17/09 kemarin BNPB menerjukan dua Heli untuk proses pemadaman gunung sumbing. Dari kejadian ini ribuan hektar gunung sumbing dan sindoro ludes dilalap si jago merah.

Kejadian seperti ini mengakibatkan makin menipisnya kawasan hutan yang ada di Indonesia dimana data KLHK menunjukkan ditahun 2017 luas hutan kita mencapai 125.922.474 hektare dan data di tahun 2015 128jt Ha. Dari jumlah ratusan juta hektar itu dibagi menjadi beberapa kelompok dari hutan produksi , Hutan Konservasi dan Hutan Lindung.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.