Jangan Pernah Lakukan 4 Hal Ini Saat Melakukan Pendakian Gunung Semeru

oleh

Siapa tak kenal Gunung Semeru atau yang lebih dikenal dengan Puncak Mahameru? Salah satu gunung tertinggi di Pulau Jawa Setelah Gunung Kerinci di Jambi dan Gunung Rinjani di Nusa Tenggara Barat. Gunung Semeru yang tak pernah kehilangan daya tariknya ini selalu menjadi perbincangan khusus bagi para pendaki.

Banyak orang yang ingin menginjakkan kakinya di atap Pulau Jawa yang satu ini. Namun sayangnya, mereka melakukan pendakian Gunung Semeru tanpa memperhatikan keselamatan dan hanya berbekal nekat saja. Tak heran jika santer terdengar banyak pendaki Semeru yang hilang, tersesat bahkan sampai meninggal.

Tentu semua itu tidak ingin kamu alami saat melakukan pendakian di Gunung Berapi tertinggi Pulau Jawa ini. Jika ingin melakukan pendakian Gunung Semeru, maka jangan pernah lakukan hal-hal berikut yang bisa membahayakan diri kamu saat berada disana.

Perhatikan Hal-Hal Berikut Saat Melakukan Pendakian Gunung Semeru

  1. Jangan Bawa Senter, Tapi Pakailah Headlamp

Saat melakukan pendakian di Puncak Semeru sebaiknya para pendaki menggunakan headlamp yang dipasang di kepala. Penerangan ini jauh lebih aman dan efektif untuk pendakian yang kamu lakukan. Namun sayangnya para pendaki justru banyak yang memilih membawa senter dibandingkan headlamp.

Saat sampai ke Puncak Jonggring Sakola keadaan yang sangat gelap akan kamu lalui. Umumnya pendaki akan sampai di trek ini saat malam menjelang. Jadi suasana yang sepi dengan penerangan yang tak ada sama sekali, mengenakan headlamp adalah solusi terbaik.

  1. Jangan Langsung Mendaki Saat Sampai di Ranu Pane

Ranu Pane adalah titik jalur awal pembuka pintu pendakian di Gunung Semeru Pulau Jawa. Saat sampai di pos Ranu Pane, maka janganlah langsung melanjutkan pendakian yang lebih tinggi. Istirahatlah terlebih dahulu untuk mengurangi rasa lelah yang kamu rasakan.

Di Ranu Pane ini ada banyak penjual makanan yang bisa kamu santap, ada penjual bakso, nasi rames dan jajanan snack lainnya. Sebelum 5 hari kedepan kamu makan mie instan, maka tak ada salahnya untuk mencoba makan di titik awal Semeru ini.

  1. Jangan Segan Meakukan Camp di Ranu Kumbolo dan Kalimati

Pendakian Gunung Semeru tidaklah mudah untuk dilakukan. Trek demi trek akan kamu lalui demi sampai di Puncak tertinggi Semeru. Dalam perjalanan menuju Puncak Mahameru dari Puncak Arcopodo, trek yang akan kamu lalui akan semakin berat, jalanan bebatu dan berpasir akan membuat kamu kehilangan banyak tenaga disana.

Untuk pengumpulan tenang dalam persiapan menuju Puncak Mahameru, maka jangan segan untuk melakukan camp di Ranu Kumbolo dan Kalimati. Jika tidak ingin kehilangan stamina, maka kamu bisa mendirikan tenda di Ranu Kumbola dan keesok harinya kamu bisa lanjutkan perjalanan dan bermalam di Kalimati sebelum menuju ke Arcopodo.

  1. Jangan Berlama-lama di Puncak, Waspadai Adanya Asap Beracun dari Jonggring Saloka

Saat sudah sampai di puncak, maka jangan keasyikan melakukan foto atau kegiatan lainnya. Waspadai asap beracun yang akan keluar dari Jonggring Saloka. Asap akan keluar diantara pukul 09.00 – 10.00 pagi. Namun waktu keluarnya asap yang tidak menentu juga harus kamu waspadai juga.

Jika sudah sampai ke Puncak, nikmati keindahan pemandangan setelah itu kamu bisa berfoto-foto dan melanjutkan perjalanan untuk kembali menuju tenda yang kamu pasang di Kalimati. Istirahatkan tubuhmu sejenak sebelum mengarah keperjalanan pulang.

Itulah hal yang harus kamu perhatikan saat melakukan pendakian Gunung Semeru di Pulau Jawa. Ingat, selain terkenal sebagai puncak tertinggi di Pulau Jawa dengan keindahan yang begitu mempesona. Jangan sampai hal-hal diatas kamu langgar dan kamu lakukan. Ini semua demi keselamatan dan keamanan saat pendakian Gunung Semeru yang kamu lakukan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *