Pendaki Dari Siantar Meninggal Dunia di Gunung Kerinci Saat Memperingati HUT RI 74

oleh
oleh
Dok. Basarnas Jambi

Seorang pendaki atas nama Iglasias Julio Sinaga (26) meninggal dunia saat melakukan pendakian di Gunung Kerinci, Jambi. Ia menghembuskan napas terakhirnya setelah melalui masa kritis di selter III ketinggian 3.250 meter di atas permukaan laut (MDPL).

Baca Juga: Berikut Daftar Gunung Berapi di Pulau Sumatera Yang Perlu Kamu Tahu

“Benar (ada pendaki yang meninggal) sekarang sudah di puskesmas Kersik Tuo,” kata Kepala Resort 10 Pos Penjagaan Pendakian Gunung Kerinci, Evarizal Mirzal, Selasa (20/8/2019).

Baca Juga: Danau Gunung Tujuh, Danau Tertinggi Se-Asia Tenggara Yang Mempesona

Pendaki asal Pematang Siantar Sumatera Utara itu sebelumnya melakukan pendakian bersama sejumlah rekannya melalui pos penjagaan di R10 Desa Kersik Tuo. Mereka mendaki dalam rangka perayaan peringatan HUT ke-74 Kemerdekaan RI di puncak tertinggi Sumatera.

Namun pada Senin pagi dini hari, 19 Agustus 2019, setelah mengibarkan bendera di puncak Gunung Kerinci, keadaan pendaki tersebut semakin memburuk dan sempat tak sadarkan diri. Setelah mendapat kabar bahwa ada seorang pendaki kritis, tim Basarnas dan relawan setempat langsung bergerak ke atas untuk mengevakuasi.

Dalam proses evakuasi tersebut, tim membutuhkan waktu seharian penuh karena harus menempuh perjalanan yang sulit di jalur pendakian. Pendaki ini meninggal dunia diduga karena sakit. “Keterangan dari temannya, korban Iglasias Sinaga mengalami sesak napas di bagian dada dan meninggal dunia sakit,” ujar Kapolsek Kayu Aro IPTU Dolizar.

Gunung Kerinci di perbatasan Jambi – Sumatera Barat, yang memiliki ketinggian 3.805 MDPL itu memang ramai dengan aktivitas pendakian. Meski dalam status waspada level II, Gunung Kerinci masih menjadi magnet pendaki, terutama untuk mengibarkan bendera saat momen 17 Agustus Kemerdekaan RI.

Pendaki dari berbagai daerah di Indonesia pun tak surut datang ke Gunung Kerinci yang menawarkan pesona dan keindahannya itu. Data dari pusat informasi Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS) hingga 16 Agustus 2019 jumlah pendaki di Gunung Kerinci mencapai 400 pendaki.

Sebelumnya dalam momen HUT RI, tim Basarnas dan relawan di Kerinci juga mengevakuasi seorang pendaki asal Pariaman Sumatra Barat. Mahasiswi atas nama Anggini Putri Anaki (22) itu mendaki Gunung Kerinci untuk merayakan HUT Kemerdekaan RI.

Humas Basarnas Jambi, Muhammad Mujahid mengatakan, mahasiswi tersebut sempat mengikuti upacara HUT RI di puncak Gunung Kerinci. Kemudian korban bersama rombongannya turun, dan saat perjalanan turun itu kondisi fisik korban menurun sehingga harus dievakuasi.

“Tim mengevakuasi korban di lokasi selter II atau pada ketinggian 3.100 MDPL dan sekarang sudah kondisinya sudah membaik,” katanya. Meski dalam proses pendaftaran pendakian telah diminta surat keterangan kesehatan namun karena jalur pendakian yang sangat terjal, sehingga tak jarang pendaki ada yang kelelahan. Tak jarang pula karena kelelahan itu dari mereka terpaksa dievakuasi oleh tim.

Sebab itu, sangat dibutuhkan peralatan dan keamanan memadai yang harus disiapkan pendaki. Hal ini untuk meminimalisir kejadian tak terduga yang dialami oleh pendaki. Selain itu, pendaki tersebut diduga mengalami asal lambung. Hal ini ditengarai di dalam tenda pendaki itu ditemukan obat penghilang asam lambung.

Proses Evakuasi Korban Meninggal di Gunung Kerinci:

 

View this post on Instagram

 

A post shared by Gunung (@gunung_id) on

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.