Misteri Gunung Toba: Letusan Supervolcano Gunung Toba Maha Dahsyat

oleh

Akhirnya para ilmuwan menemukan pemicu misteri gunung toba yang mengalami letusan terbesar dalam sejarah manusia. Gunung Toba, kini terkenal sebagai danau toba, telah menghasilkan letusan yang maha dahsyat sekitar 73.000 tahun lalu. Ledakan maha dashyat gunung berapi ini menghancurkan banyak wilayah, hingga disebut sebagai gunung api sumber. Karena letusan yang sangat besar inilah, dapat mempengaruhi perubahan iklim.

Baca Juga: Perhatikan 5 Bahaya Saat Melakukan Pendakian Gunung Kerinci

Penyebab Letusan Supervolcanoes Gunung Toba?

Para ilmuwan kini sudah berhasil mengetahui pemicu meletusnya supervolcanoes. Hal ini seperti dijelaskan lewat hasil penelitian Journal Scientific Reports. Mengapa supervolcanoes meletus dengan sangat dahsyat, dan berapa banyak jumlah magma yang telah dikeluarkan, semuanya sudah lama diperdebatkan para ilmuwan. Telah diketahui bahwa gunung api biasanya meletus karena tekanan dan kepadatan magma. Selain itu, meletus merupakan cara yang paling tepat daripada bumi harus melepaskan kelebihan tekanan dan panas yang terdapat dalam bumi. Akan tetapi, pemicunya sendiri masih misteri.

Untungnya, letusan supervolcano ini jarang sekali meletus. Tingkat letusan gunung berapi memakai ukuran VEI (Volcanic Explosivity Index), dimana level VEI 8 dan VEI 7 adalah level letusan yang sangat kuat. Banyak peneliti yang menyebutkan bahwa letusan Toba yang terjadi sangat dahsyat, bahkan ledakannya hamper memusnahkan semua umat manusia.

Misteri Gunung Toba

Para peneliti telah mengkaitkan hubungan antara letusan yang maha dahsyat dengan dampak iklim global serta efek pada manusia purba. Berdasarkan hasil penelitian tersebut, lewat jurnal sains teknologi, bertema Climate of the Past mengungkapkan bahwa peristiwa yang terjadi pada waktu itu bisa dikatakan jauh lebih besar dan dahsyat dibandingkan letusan gunung di masa kini. Hal tersebut bahkan tidak sebanding dengan peristiwa letusan Gunung Krakatau atau Gunung Tambora.

Hasil letusan Gunung Toba ini sudah menyisakan kawah yang berukuran besar dengan luas sekitar 50 km, dan saat ini berubah menjadi sebuah danau yang bernama Danau Toba. Saat terjadinya letusan, Gunung Toba mampu memuntahkan lava hingga berjarak 2.500 km, yakni setara dengan 2 kali lipat Gunung Everest. Bahkan erupsinya pun jauh lebih mengerikan dan dahsyat lagi, yakni sekitar 5.000 kali letusan Gunung St. Helens yang terjadi di Amerika pada tahun 1980.

Semburan asam sulfat dan abu vulkanik yang langsung menyembur ke atmosfer membuatnya terjebak dalam lapisan stratosfer bumi, hingga menyebar hingga ke seluruh penjuru dunia. Lalu turun kembali ke bumi berbentuk hujan asam.

Gunung Toba Kembali Aktif

Berdasarkan kabar terkini, menyebutkan jika Gunung Toba sudah aktif kembali mulai menjadi pembicaraan hangat masyarakat setempat yang berada di kawasan Danau Toba. Hal ini membangun kembali misteri Gunung Toba dengan ledakan dahsyatnya yang terjadi pada 73.000 tahun silam.

Adapun hal yang membuat warga semakin percaya ialah dengan kembalinya aktivitas Gunung Sinabung sejak sekian lama tidak ada sejarah Gunung Sinabung meletus terakhir kali. Gunung Sinabung ialah gunung yang awalnya merupakan kaki Gunung Toba lalu tiba-tiba kembali aktif. Hal ini tentu saja membuat masyarakat semakin terkejut.

Baca Juga: Berikut Daftar Gunung Berapi di Pulau Sumatera Yang Perlu Kamu Tahu

Selain itu, hal ini juga tentunya akan berpengaruh terhadap aktivitas Gunung Toba. Selain itu, kabar kembali aktifnya Gunung Toba semakin diperkuat dengan adanya sumber air panas yang baru di daerah pangururan, Pulau Samosir. Pasalnya Pulau Samosir ini sudah diklaim sebagai puncak Gunung Toba yang kini bernama Danau Toba. Tentu bisa dibayangkan betapa luasnya Gunung Toba sebelum meletus.

Sebagai akibat pergeseran lempeng tektonik Gunung Sinabung inilah, disinyalir memicu aktifnya kembali Gunung Toba. JIka Anda membaca sejarah dan misteri Gunung Toba meletus, kita tentu dapat membayangkan dahsyatnya letusan Gunung Toba.

Please rate this