Kebakaran Lahan Terjadi di Lereng Gunung Lawu

oleh

Karanganyar – Kebakaran terjadi di lereng gunung lawu di kawasan Jatiyoso, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah (12/9/19).  Kebakaran terjadi di dua titik, Yakni di Taman Hutan Raya (TAHURA) sebelah utara dan Petak 62B-1 Resort Polisi Hutan (RPH) Banjarsari BKPH Lawu Utara KPH Surakarta tepatnya di Dusun Pondok, Beruk, Jatiyoso.

Baca Juga: Mitos Mitos Gunung Lawu, Pendaki Wajib Baca!

“Hari ini saya dapat laporan kebakaran pertama di Tahura sebelah utara tapi itu sudah padam. Kedua di petak 62B-1 RPH Banjarsari BKPH Lawu Utara. Yang terbakar semak-semak,” katanya Asisten Perhutani (Asper) BKPH Lawu Utara KPH Surakarta, Widodo saat memberikan keterangan ke media, Kamis (12/9/2019).

Loading...

Baca Juga: Jalur Pendakian Gunung Lawu Via Candi Cetho

Ia menyampaikan, berdasarkan kondisi laporan petugas yang diterjunkan, kebakaran lahan di Dusun Pondok berada terjadi sekitar pukul 08.00.

“Tim dari personel Perhutani, Polsek Tawangmangu dan Sabhara Polres Karanganyar Koramil, LTC, Masyarakat Peduli Api (MPA), TWA Grojogan Sewu, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Jateng, Relawan Mantap dan masyarakat setempat berupaya memadamkan api mulai pukul 09.15.

Medan di sekitaran tebing, keterbatasan personel dan angin kencang sempat menjadi kendala. Dengan cara digebyok dan membuat ilaran, api berhasil dipadamkan pukul 15.30,” ungkapnya.

Kebakaran tersebut membakar lahan kurang lebih seluas 4 hektare, tanaman yang terbakar berupa semak dan alang-alang. “Sumber api diduga dari puntung rokok pengaram yang dibuang sembarangan dalam kawasan hutan. Kebakaran jauh dari kawasan pemukiman,” tutur Widodo.

Sebelumnya, kebakaran lahan juga terjadi di Hutan Lindung Petak 22 RPH Tambak BKPH Lawu Utara KPH Surakarta tepatnya di Desa Tengklik Kecamatan Tawangmangu pada Rabu (11/9/2019) pukul 08.00.

Widodo menyampaikan, kebakaran itu melanda lahan seluas 3 hektare. Upaya pemadaman dilakukan oleh 15 personel yang terdiri dari BKSDA Jateng, MPA dan para relawan.

“Penyebab kebakaran diduga karena puntung rokok pengaram. Api berhasil dilokalisir dengan cara digebyok dan pembuatan sekat bakar. Api berhasil dipadamkan sekira pukul 14.00,” ungkapnya.

Akibat kebakaran lahan tersebut kerugian ditaksir sekitar Rp 450 ribu.

Widodo mengungkapkan, pemasangan himbauan berupa larangan pembuatan perapian dan pembakaran hutan sudah dilakukan dalam upaya pencegahan terjadinya kebakaran lahan.

Please rate this