Gunung Marapi, Legenda Asal Usul Masyarakat Minangkabau

oleh
Salah satu spot foto di puncak gunung marapi via @tourguide_kamek

Gunung.id, Bukit Tinggi – Gunung Marapi dengan ketinggian 2.891 Mdpl menjadi gunung yang paling aktif di Sumatera Barat, masuk dafat gunung berapi di Sumatera. Namun walau berstatus aktif masih banyak pendaki yang melakuakan pendakian gunung ini, Salah satu jalur pendakian gunung via Desa Koto Baru.

Baca Juga: Gunung di Pulau Sumatera, Lengkap Dengan Lokasi dan Ketinggiannya

Bagaimana transportasi menuju bascame pendakian gunung marapi(merapi) dari pusat kota, sobat gunung bisa naik angkot tentunya menuju titik awal pendakian yaitu Desa Koto Baru dari desa ini menuju pos pendakian kurang lebih kamu akan berjalan kaki 30 menitan baru bisa mengurus simaksi pendakian gunung marapi. Untuk kamu yang dari luar kota misalnya Jakarta, Bandung, Surabaya bisa naik pesawat terbang turun di bandara undara Minangkabau(BIM) dari sini bisa dilanjut dengan naik ojek atau angkot menuju Desa Koto Baru dengan estimasi waktu perjalanan kurang lebih 90 menitan.

Loading...
Jalur pendakian gunung marapi via@djayayudha

Jalur pendakian gunung marapi ada 7 pos dimana untuk pos 1-4 adalah jalur trekking yang cukup terjal dengan dominasi hutan khas Sumatera, di pos 5 adalah tempat area camp sebelum kamu memutuskan untuk summit puncak gunung marapi pos 5 atau disebut dengan Cadas adalah area camp yang cukup luas untuk merehatkan tubuh kita setelah trekking dari pos 1 menuju pos 5, sambil menghela nafas alangkah baiknya putuskan untuk camp disini. Setalah badan udah rebahan serta beristirahat cukup kamu bisa melanjutkan ke puncak gunung marapi, pos 5 menuju pos 7 didominasi bebatuan jadi kamu harus hati-hati saat melangkahkan kaki. Banyak para pendaki sebelum summit mampir dulu di sebuah tugu yaitu ”Tugu Abel” yang berada di pos 6 baru lanjut summit puncak Merpati.

Puncak gunung marapi vi@mhd.fauzan2102

Kawasan puncak gunung marapi didominasi oleh kaldera dan kawah aktif gunung marapi, lokasi dataran dipuncak cukup luas sehingga orang-orang lokal sini menyebutnya Lapangan . Setelah kamu selesai summit dan berfoto di puncak dengan latar belakang kaldera dan kawah aktif marapi kamu akan di berikan opsi lanjutkan yaitu turun menuju area camp atau turun menuju kawasan pohon eldewis.

Baca Juga: Danau Gunung Tujuh, Danau Tertinggi Se-Asia Tenggara Yang Mempesona

Keberadaan gunung marapi sangat diagungkan oleh penduduk sekitar karena memiliki nilai historis yang cukup mendalam oleh masyarakat Minang khususnya, menurut cerita dari turun-temurun bahwasanya nenek moyang orang minang berasal dari lereng gunung marapi, hal ini ditandai dengan terdapatnya Nagari Pariangan di Kabupaten Tanah Datar. Nagari Pariangan merupakan cikal bakal dari lahirnya sistem pemerintahan masyarakat berbasis nagari di Sumatera Barat. Sebuah animo unik yang berkembang di masyarakat, bahwa jika seseorang belum pernah mendaki Gunung Marapi maka orang tersebut belum “lengkap” disebut sebagai orang Minangkabau.

Puncak Marapi dalam legenda Minang adalah awal dari lahirnya Ranah Minangkabau. Awal lahirnya Minang Darek (wilayah pegunungan Marapi) nenek moyang bangsa yang diyakini masih keturunan Iskandar Zulkarnaen dari Macedonia itu dikisahkan dalam Tambo terdampar saat berlayar di Puncak Marapi dan saat surut banjir, nampaklah di bawah kaki gunung Luhak nan Tigo (3 cekungan daratan) maka rombongan kapal yang terdampar itu mulai menuruni 3 wilayah itu, Luhak nan Tigo itu yang sekarang diketahui sebagai Wilayah Kabupaten Tanah Datar (kota Batusangkar dan Padang panjang), yaitu Luhak nan Tuo, Wilayah Kabupaten Agam (Kota Bukittinggi) sebagai Luhak nan tengah, dan Kabupaten Lima puluh kota (Kota Payakumbuh) sebagai Luhak nan Bungsu. Legenda ini lah yang di imani penduduk setempat sebagai cikal bakal lahirnya masyarakat Minangkabau yang memiliki adat istiadat budaya yang khas dan unik. Sejatinya Minangkabau adalah masyarakat pegunungan dimana Gunung Marapi menjadi Simbol Budayanya diinfokan dari orang tua dahulu bahwa Rumah Gadang dalam kepercayaannya harus didirikan dengan menghadap ke Gunung Marapi.

Baca Juga: 5 Jalur Pendakian Gunung Merbabu, Jalur Favorit Kamu Yang Mana

Dari cerita turun-temurun itulah keberadaan gunung marapi sangat sakral khususnya bagi orang yang bersuku minang, karena memiliki historis yang lekat dan mendarah daging .