Beberapa Perbedaan Mendaki Gunung di Dalam dan Luar Negeri

oleh

Pasti belum banyak pendaki yang tahun tentang hal ini.Itulah yang membuat saya tertarik untuk membahas perbedaan mendaki gunung di dalam dan luar negeri.Untuk melakukan pendakian, kamu harus memiliki ketahanan fisik dan mental yang sangat bagus.

Niat saja di rasa tidak cukup untuk kegiataan outdoor yang satu ini. Pasalnya ketika sudah mendaki, kamu tidak akan menemui rumah sakit ataupun dokter. Hal itulah yang membuat kegiatan yang ini sangat di gandrungi anak muda saat ini.Untuk kalian yang sudah menaklukan gunung-gunung di Indonesia, jangan puas dulu.Pasalnya masih ada banyak gunung yang lebih menantang di luar negeri.

Loading...

Langsung saja kita menuju ke Beberapa Perbedaan Mendaki Gunung di Dalam dan Luar Negeri :

-Sampah

Kita tentu sudah tidak asing dengan berita banyaknya sampah di puncak gunung Indonesia.Hal tersebut seperti menjadi budaya di kalangan para pendaki Indonesia. Seharusnya jika kalian mencintai alam, kalian tidak akan membuang sampah sembarangan di puncak gunung.

Selain merusak keindahan puncak gunung, sampah juga bisa membuat ekosistem gunung tergagnggu.Hal ini memang menjadi masalah yang serius bagi pendaki gunung local. Bahkan ada sebuah kata-kata yang menyebutkan bahwa jika kalian tersesat di gunung, ikutilah arah sampah pasti kalian tidak akan tersesat.

Ketika anda melakukan pendakian di luar negri, tidak ada segilintir sampah di jalan pendakian maupun puncaknya. Hal itu di karenakan ada banyak tempat sampah di setiap post pendakian.

-Fasilitas

Di luar negri tepatnya di Kinabalu, ada banyak restoran mewah yang bercecer di sana. Dengan begitu, para pendaki tidak perlu repot-repot membawa bekal makanan untuk bertahan hidup di gunung.Berbeda dengan di Indonesia, Para pendaki wajib membawa bekal makanan yang cukup banyak agar bisa bertahan hidup di puncak.Bahkan jika kehabisan bekal makanan, para pendaki di Indonesia harus siap bertahan hidup dengan mengandalkan alam atau makan tumbuhan yang tumbuh di Gunung tersebut.

Bahkan tak sedikit para pendaki di Indonesia yang meninggal hanya karena masalah sepele seperti tidak membawa pakaian hangat, kehabisan makanan, dan sakit.Fasilitas memang sangat penting untuk memperlancar perjalanan para pendaki sebelum mencapai puncak.

-Trek atau jalan

Di Indonesia, jalan menuju puncak masih berpasir dan sangat berbahaya. Resiko kecelakaan saat mendaki di Indonesia sangatlah besar. Berbeda dengan di luar negeri, di sana jalan menuju puncak sudah tertata rapi dan berbentuk tangga. Tetapi meski begitu, menurut pendaki asal Indonesia, jalan yang rapi membuat sensasi pendakian berkurang.

-Keselamatan

Ketika anda mendaki Indonesia, prosedurnya sangatlah mudah.Bahkan orang yang belum pernah mendaki di perbolehkan mendaki gunung yang cukup tinggi.Hal itulah yang membuat banyak pendaki di Indonesia yang mengalami kecelakaan. Berbeda dengan di luar negri, di sana prosedur mendaki sangatlah rumit. Bahkan di Kinabalu, wajib mendaftarkan diri jauh-jauh hari jika anda ingin mendaki di sana. Hal itu di lakukan pihak wisata Kinabalu untuk memperkecil resiko kecelakaan ketika berada di atas.