Misteri Gunung Ungaran Dan Lereng Sekitarnya

Misteri Gunung Ungaran masih saja menyisakan teka – teki hingga saat ini. Tidak hanya gunung ini merupakan puncak tertinggi di Semarang, tetapi juga Candi Gedong Songo yang terletak di lerengnya pun belum diketahui siapa yang membangun.

Letusan Gunung Ungaran

Gunung Ungaran berjarak 40 KM dari pusat kota Semarang. Terletak pada ketinggian 2.050 mdpl, gunung ini terkenal dengan pemandangan yang memukau dari puncaknya. Memandang ke arah utara gunung ini, mata akan terpukau dengan kilau cahaya yang terpantul dari permukaan Laut Jawa. Di sisi selatan, barisan gunung – gunung di pulau Jawa siap membuat kagum siapapun yang memandangnya. Dari arah kiri ke kanan berderet Gunung Merapi, Gunung Merbabu, Gunung Telomoyo, Gunung Sumbing, Gunung Sindoro, serta Gunung Perahu.

Gunung ini merupakan gunung dengan tipe strato dengan tiga puncak, yaitu Gendol, Botak, dan yang tertinggi adalah Ungaran. Ukuran puncak yang dimilikinya saat ini diperkirakan hanya sepertiga dari ukuran yang sesungguhnya. Salah satu misteri Gunung Unggaran adalah belum ditemukannya catatan yang jelas terkait aktivitas letusan, tapi banyak ilmuwan yang memperkirakan bahwa dua per tiga dari ukuran gunung ini hancur bersama dengan letusan dahsyat yang pernah terjadi. Ilmuwan juga memperkirakan bahwa Gunung Ungaran berpotensi untuk kembali aktif menajdi gunung berapi.

Hanoman dan Dasamuka

Selain pemandangan yang indah dari puncaknya, Gunung Ungaran juga sarat dengan dongeng dan mitos. Gunung yang juga pernah disebut dengan nama Karundungan dan Kroenroengan ini dikenal sebagai tempat dikuburkannya Dasamuka oleh Hanoman.

Menurut cerita rakyat di sekitar lereng Ungaran, Dasamuka yang tidak dapat dilukai oleh senjata apapun dalam perang perebutan Dewi Sinta, akhirnya dihantam dengan sebuah gunung oleh Hanoman. Hantaman tersebut membuat Dasamuka terkubur dan merintih. Rintihan Dasamuka dapat terdengar dari gelegak air yang muncul dari kawah di jejeran Candi Gedong Songo.

Dasamuka yang begitu menyukai tuak dan arak akan terbangun ketika mencium bau minuman keras. Geliatnya akan mampu menimbulkan getaran hingga gempa. Oleh karena itu, masyarakat sekitar melarang keras adanya aktifitas yang melibatkan minuman keras maupun alkhohol di lingkungan sekitar candi dan lereng Ungaran.

Ratu Sima dan Gedong Songo

Meskipun belum diketahui secara jelas siapa yang memprakarsai berdirinya candi ini, namun diyakini bahwa candi ini dibangun oleh Ratu Sima sebagai persembahan kepada dewa. Ratu Sima juga sering menyendiri dan bersemedi di candi ini. Bahkan hingga sekarang, beberapa orang masih sering datang dan melalukan ritual untuk memohon pertolongan di kompleks bagian atas Candi Gedong Songo.

Mata Air Penyembuh

Candi Gedong Songo memiliki suhu rata – rata berkisar antara 19 – 270 Celsius. Suhu ini membuat udara di sekitar candi kaya akan bio energi yang dapat menyegarkan pikiran dan menghilangkan stress. Di sekitar candi juga terdapat kawah dengan mata air panas yang mengandung belerang. Air panas ini dipercaya dapat menyembuhkan beragam penyakit, terutama penyakit kulit.

Menurut kepercayaan setempat, mata air panas ini ditunggu oleh dayang Ratu Sima, yaitu Nyai Gayatri yang berasal dari Bali. Kebaikan hati Sang Nyai ini yang membuat penyakit kulit sembuh ketika mandi di mata air panas lereng Ungaran. Tetapi, pengunjung tidak diperkenankan untuk berbuat senonoh yang dapat menyinggung Nyai Gayatri, seperti kencing atau buang air di mata air ini. Tindakan yang tidak sopan dapat membawa akibat buruk bagi pelakunya, bahkan hingga jatuh sakit. Kepercayaan masyarakat akan misteri Gunung Unggaran ini tidak boleh diabaikan karena banyak yang telah melihat buktinya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *