Inilah 5 Karakter Gunung di Indonesia

oleh

Seorang pendaki pasti memiliki kesan dan kenangan yang berbeda di tiap gunung yang pernah ia jelajahi. Selalu menyenangkan jika mengingat bagaimana perjuangan dalam mencapai puncak gunung. Dari sekian banyak gunung, banyak pula karakter gunung di Indonesia. Hal ini perlu diketahui untuk memastikan anda tepat dalam memilih gunung yang akan anda daki terutama bagi pemula.

Informasi yang ada menyebutkan bahwa hampir 30% gunung api di dunia terletak di Indonesia. Karakteristik fisiknya juga berbeda-beda namun jika dilihat secara umum ada beberapa tipe seperti tipe A (pernah erupsi setelah tahun 1.600), Tipe B (tercatat pernah meletus sebelum 1.600) dan Tipe C (lahan solfalar dan fumarol). Berikut merupakan ulasan yang bisa menambah informasi anda.

  1. Erupsi Kaldera

Karakter gunung di Indonesia yang pertama memiliki tipe berupa letusan besar dengan energy yang besar pula. Ini ditunjukkan seperti Tambora dan Krakatu. Letusannya bertipe Plinian dengan aliran proklastik dalam jumlah cukup besar. Erupsi Tambora di tahun 1815 menghasilkan endapan tefra atau jatuhan piroklastik yang mencapai 150 km kubik.

Sementara yang menjadi ancaman paling besara adalah aliran awan panas karean bisa merusak bersamaan dengan erupsi gunung api. Memiliki energy mekanik yang besar. Kekuatannya juga didukung oleh gaya gravitas luncuran di lereng yang membuatnya memiliki kecepatan lebih dari 60 km/ jam. Suhunya lebih dari 8 derajat Celsius.

  1. Pasca Erupsi Kaldera

Kedua, setelah adanya erupsi besar atau runtuhan klawah gunung api purba maka kadera akan terbentuk. Aktivitas vulkanik ini diawali degnan berkembangnya kerucut lava atau disebut scoria yang ada di dasar kaldera. Tipe erupsi ini adalah Strombloi atau Maar karena dapur magma sangat dangkal dengan system yang terbuka. Ini menjadikannya tidak ada akumulasi energy besar. Gunung bromo di kaldera bromo merupakan salah satu contoh yang ada yang bisa anda saksikan.

  1. Kerucut Gunung Strato

Karakter gunung di Indonesia yang ketiga adalah kerucut Gunung Strato. Bentukan ini berciri pipa kepundan yang relative panjang dan satu atau lebih kolam magma. Memiliki ketinggian lebih dari 3.000 mdpl. Gunung Strato bervolume pasokan magma yang memiliki jumlah tertentu sehingga akan bisa erupsi secara berkala atau periodic. Merapi merupakan contoh dengan ciri khas guguran kubah lava dengan lidah lavanya.

  1. Kawah Tapal Kuda

Selanjutnya adalah karakter kawah tapal kuda. Ini bisa terbentuk karena longosran bagian bawah kawah atau tubuh gunung api. Bisa dipicu erupsi magnetic, non magmatic atau justru tidak juga keduanya. Jika anda ingin mengetahui contohnya, maka Gunung Papandayan merupakan gunung yang bertipe kawah tapal kuda dan mengacu pada erupsinya di tahun 1772 serta tahun 2002.

  1. Pulau Vulkanik, Karakter gunung di Indonesia

Gunung api bawah laut pasti bisa anda bayangkan bagaimana potensi letusan besarnya. Pulau vulkanik gunung api ini muncul akibat erupsi bertipe Sutseyan yang ada di dasar lautan kemudian muncul ke permukaan. Letusan Stromboli berkembang dalam tipe ini. Erupsi longsoran yang tergolong besar juga bisa memicu tsunami.

Berada di Negara dengan banyak gunung berapi merupakan kebanggan tersendiri karena panorama keindahannya memang kita miliki. Namun, juga tidak jarang membuat kita was-was akan keadaan gunung yang menjadi penyebab bencana alam.

Tidak ada salahnya untuk mengetahui dan mengenali karakter gunung di Indonesia untuk memahami sekaligus bersiap menghadapi ancaman jika terjadi erupsi di kemudian hari. Jangan lupa untuk membagikan informasi ini, semoga bermanfaat untuk anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *